Minggu, 25 Maret 2012

konsep kualitas'

 Telah dikatakan bahwa tidak ada dua butir salju yang sama. Bila kita melihat salju jatuh, adalah sangat sulit membayangkan bahwa butiran-butiran itu berbeda bentuk satu sama lain. Belum lagi bahwa setiap butir memiliki struktur yang unik. Untuk mengamati perbedaan diantara dua butir salju, kita harus mengamati butiran-butiran itu secara lebih dekat. mungkin kita dapat melakukannya dengan menggunakan kaca pembesar. Kenyataannya, semakin dekat kita melihat, semakin besar perbedaan yang dapat kita amati.

Fenomena tersebut, variasi antar-sampel, sangat sesuai dengan produk manusia seperti halnya ciptaan alam. Sebagai contoh, bila dua papan sirkuit yang identik diamati secara cukup dekat., kita dapat mengamati bahwa jalur kecil tembaga pada papan itu sangat berbeda secara geometri, penempatan, dan ketebalannya. Begitu juga dengan lokasi dan diameter lobang yang ada pada papan tersebut; lokasi dan diameternya sangat bervariasi.

Semua bagian yang direkayasa dan dihasilkan menunjukan keragaman. Keragaman antar-sampel tidak akan nyata tanpa bantuan peralatan yang teliti untuk mengukurnya secara geometri, karakter listrik, atau atribut bagian. Tetapi dengan peralatan yang sangat sensitif, kita dapat sampai pada kesimpulan bahwa tidak ada dua sampel yang bener-bener sama.

Apakah prinsip ini sama untuk perangkat lunak dan masalah-masalah fisik ?
Bayangkanlah sebuah program yang akan di buat dan bermanfaat untuk masalah sekejulnya, jadi pada beberapa titik selama eksekusinya, membutuhkan penyeleksian rekaman dengan urutan naik berdasarkan medan kunci yang ditentukan. Sifat rekaman tidak dipentingkan. Sifat itu dapat berupa rekaman karyawan, database pelanggan, kondinator peta untuk sistem kontrol penerbanganreal-time. atau yang lainnya.

Pemrograman yang mencptkan rutin sorting (atau memilihnya dari sebuah pustaka komponen reusable) memilih menggunkan quicksort untuk memecahkan masalah yang ada. Dapatkah seorang pengamat produk akhir membedakan perangkat lunak dari sebuah produk yang sangat identik yang menggunakan, misalnya, bubble sort ?  Mungkin dapat, tetapi mungkin kita membutuhkan lebih banyak informasi dan peralatan yang sangat sensitif untuk membedakan antara kedua sistem tersebut.

kontrol variasi merupakan inti dari kontrol inti dari kontrol kualitas. Pemanufaktur ingin meminimalkan variasi antara produk yang mereka buat, bahkan dalam hal yang kecil sekalipun, seperti menduplikasikan disket. Kita ingin meminimalkan variasi diantara pasangan disket yang identik. Tentu saja ini bukan masalah-menduplikasi disket merupakan operasi produksi yang sangat mudah, dan kita dapat menjamin bahwa duplikat perangkat lunak yang tepat selalu dapat dibuat.

Atau mungkin tidak ? Kita perlu memastikan jalur yang ditempatkan pada disket berada pada toleransi tertentu sehingga mayoritas pengendali floppy dapat membaca disket tersebut. Kita juga perlu memastikan bahwa flux magnetik untuk membedakan nilai biner nol dan satu, sesuai untuk melakukan proses pembacaan/ penulisan head. Mesin duplikasi disket dapat bener-bener menggunakan dan berjalan dalam batas toleransi, sehingga pada proses yang sederhana sekalipun, seperti duplikasi, masalah sehubung dengan variasi diantara sampel dapat terjadi.

Bagaimana organisasi pengembang perangkat lunak melakukan kontrol variasi ? Dari satu proyek ke proyek lain, kita perlu meminimalkan perbedaan diantara sumber-sumber daya yang diharapkan menyelesaikan sebuah proyek dan sumber daya aktual yang digunakan, termasuk penataan staf, perlengkapan, dan waktu kalendar. Secara umum kita perlu memastikan bahwa program pengujian kita mencangkup persentase perangkat lunak yang diketahui dari satu peluncuran ke peluncuran lain. Kita tidak hanya perlu meminimalkan jumlah cacat yang silepas ke medan, tetapi kita juga harus memastikan bahwa varian dalam jumlah bug juga telah diminimalkan dari satu pelepasan lain. (Mungkin pelanggan kita akan kaget bila peluncuran produk yang  memiliki cacat sepuluh kali lebih banyak dari pada peluncuran sebelumnya) Kita perlu meminimalkan perbedaan dan akurasi hotline pendukung yang merespon masalah pelanggan. Daftar itu pun terus berkembang.

semoga bermanfaat.
^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar